5d60b7d6604f4.jpg

Custom Text

KOMPAS.com – Diabetes melitus memang lebih poly diderita orang dewasa, tetapi kejadian penyakit dampak gaya hidup ini pada anak dan remaja mengalami peningkatan sampai 700 persen dalam 10 tahun terakhir.

Menurut data Ikatan Dokter Indonesia, kasus diabetes pada anak berusia 0-18 tahun erat kaitannya dengan meningkatnya penderita obesitas pada anak.

Ahli nutrisi Emilia Achmadi MS, RD menyampaikan, kecendrungan diabetes pada anak–anak terjadi karena makanan dan jajanan yg tersedia sekarang lebih tinggi kalori dan kandungan gula, tetapi rendah serat.

“Ini yg memicu anak sering lapar sehingga menjadi banyak makan karena kekurangan serat. Faktor inilah yang menjadi pemicu awal diabetes karena anak kelebihan berat badan,” papar Emilia dalam acara Hari Diabetes yg diadakan oleh Beko di Jakarta, Jumat (15/11).

Walau risikonya lebih besar pada anak yg kegemukan, tetapi menurut Emilia, anak yang berat badannya ideal juga mampu menderita diabetes.

“Hal itu bisa saja terjadi karena anak memiliki gula darah yg tidak terkontrol. Jadi, tidak 100 persen penyakit ini dilihat dari berat badan saja,” imbuhnya.

Baca juga: cegah Diabetes Melitus, Penyakit akibat Gaya Hidup

Ahli nutrisi Emilia Achmadi.
Renna Yavin

pakar nutrisi Emilia Achmadi.

Diabetes bukanlah penyakit sepele karena kadar gula darah yg tidak terkontrol dalam jangka panjang bisa memicu penyakit berbahaya yang lain, seperti stroke, ginjal, hingga kebutaan.

Pola hidup sehat merupakan keharusan agar anak terhindar dari obesitas dan diabetes. Hal paling mendasar adalah menjaga pola makan. Orang tua mempunyai peran penting dalam pengaturan dan pemilihan makanan anaknya.

“Dalam menyiapkan menu makan anak, biasakan untuk membagi piring makan menjadi tiga bagian; 50 persen diisi dengan sayuran dan buah, 25 persen diisi dengan karbohidrat baik, dan 25 persen sisanya diisi dengan protein seperti daging dan telur,” kata Emilia.

Baca juga: Waspada Bahaya Diabetes di Balik Jajanan Kekinian

Emilia juga menjelaskan, makanan yang sehat adalah makanan yang diolah sendiri.

“Makanan sehat itu makanan yang kita olah sendiri karena dari situlah kita yang menentukan beli bahan makanannya di mana, bahan mentah yang dibeli seperti apa, dan bagaimana cara pengolahannya,” jelasnya.

Menurut Emilia, dengan bantuan alat-alat dapur yang modern dan praktis, saat ini menu makanan sehat bisa dibuat secara lebih gampang di rumah.

Selain itu, orang tua secara konsisten harus selalu mengedukasi dan mengingatkan anak tentang bahayanya mengonsumsi makanan dan minuman secara hiperbola, sesuai tingkat pemahaman anak.

Hal yang tak kalah penting adalah mengajak anak memperbanyak aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah.
Aktivitas fisik juga harus diimbangi dengan istirahat yang cukup. (Renna Yavin)

Artikel ini telah ditulis oleh lifestyle.kompas.com dengan judul Seperti Apa Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Diabetes pada Anak?.
Silahkan share jika bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here