Resep Ayam Woku a la Ani

Resep Ayam Woku a la Ani

Custom Text


Teman kantor saya, Ani, memiliki Ibu yang jago masak. kuliner sederhana pun bisa terasa istimewa di tangan beliau. Salah dua racikannya yang sedap dan pernah saya hadirkan di JTT adalah Bolhar. Hidangan berkuah dengan bahan dasar daging sapi ini terasa segar, sedikit asam dan sangat pas disantap kala masih panas mengebul. Resepnya bisa anda lihat pada link disini. Makanan lainnya adalah tumis tempe gembus dengan leunca yang bisa membuat ‘siapapun’ yang menyantapnya berulangkali menambahkan nasi panas di piring. Ciri khas masakan beliau adalah bumbu yang ‘medhok’, takaran gula dan garam yang sangat pas dan rasa super pedas. Hm, saya suka itu!


Nah minggu dulu tiba-tiba Ani menunjukkan foto ayam woku yang dibuat oleh Ibunya saat di rumah beliau sedang ada acara keluarga, beserta embel-embel berbau promosi, “Ayam rica-rica emak gue paling enak dah”! (





ayam rica-rica yang dimaksud Ani sebenarnya adalah ayam woku belanga dari Manado ).

Potongan ayam dalam gelimangan bumbu, irisan daun rempah, cabai dan tomat itu memang kelihatan sangat menggoda, membuat saya langsung mengajukan request, “Bagi resepnya dong”! Sebenarnya saya pernah membuat ayam rica-rica sebelumnya dan rasanya pun sedap, namun jika ada resep lainnya yang nendang siapa yg bisa menolak bukan? Nah berbekal email berisi resep di tangan, weekend kemarin saya pun mengeksekusi ayam woku yg rasanya memang sangat laziz! ^_^



Update artikal: ayam rica-rica yg dimaksud Ani sebenarnya adalah ayam woku belanga dari Manado. Saya melakukan update judul resep diatas dari ayam rica-rica menjadi ayam woku setelah mendapatkan koreksi seorang pembaca. Mohon maaf atas informasi yang salah sebelumnya. 


Membuat ayam woku bukanlah pekerjaan sulit, bahkan bagi pemula sekalipun. Jika anda baru saja terjun di dapur dan pengalaman memasak baru sebatas sayur sup dan ayam goreng, saya sarankan untuk mencoba menu ini. Ayam woku selain sedap sebagai menu harian juga istimewa sebagai menu ketika anda melakukan menyelenggarakan acara pesta di rumah. Rasanya yg kaya akan rempah, harum dan sedikit pedas tidak mulai membuat kecewa siapapun yang mencicipinya. Kunci utama agar masakan ini terasa spesial adalah anda harus mempersiapkan aneka daun rempah yg sepertinya menjadi syarat utama ketika kita hendak membuat masakan Manado. Daun jeruk, kemangi, daun bawang, dan daun kunyit, keempat herbal aromatik inilah yang akan membuat ayam woku ini menjadi maknyus. 



Susah menemukan daun kunyit? Memang terkadang daun bumbu yang sering dimasukkan ke dalam kuliner Padang ini sulit untuk ditemukan di pasaran. Nah agar pasokannya tetap terus mengalir dan saat sewaktu-waktu dibutuhkan tinggal comot maka saya pun menanamnya di kebun JTT. Dari sebuah rimpang kunyit sederhana kini flora itu telah membentuk rumpun yang sangat fertile dan menyumbangkan berlembar-lembar daun dalam masakan. Jadi saran saya, anda pun bisa mencobanya di rumah. Benamkan sebuah rimpang kunyit yang segar di tanah dalam pot. Siram setiap hari dan anda pun akan memiliki rumpun kunyit yang poly manfaatnya.



Saya cukup beruntung saat beberapa tahun lalu berbelanja ke pasar Blok A dan menemukan seorang Bapak tukang flora memanggul keranjang berisi aneka tanaman hias. Dalam gerombolan tanaman-tanaman tersebut saya melihat sebatang flora jeruk purut menyembul. Batangnya terlihat kecil dengan cuma beberapa gelintir daun menyertainya. Tanaman hasil okulasi seperti ini menurut pengalaman saya biasanya tak akan terlalu sukses jika ditanam, namun si jeruk purut ini berbeda. Dia seorang pejuang sejati! Saya menanamnya di dalam pot, dua kali hampir KO karena saya lupa menyiramnya, namun kini tumbuh dengan luar biasa fertile, berdaun banyak dan bahkan berbuah! Pohon ini pun sudah banyak berjasa mengharumkan aneka masakan yang resepnya saya posting disini.



Ah saya begitu bersyukur hayati di negeri ini ketika hampir semua flora mampu tumbuh sepanjang tahun, terutama tanaman-tanaman yang diperlukan bagi mempersedap masakan yang saya buat di rumah. Dan yang membuat saya happy adalah segala tanaman ini hanya memerlukan air dan sinar matahari, dua hal yang cukup melimpah di halaman saya. I love Indonesia! ^_^

Sudah memiliki segala bumbu rempah dan bahan di tangan? Wokeh sekarang kami mulai mengeksekusi resepnya. Anda bisa menggunakan ayam kampung, tentu saja ini pilihan yang paling enak, atau ayam negeri seperti yang saya pergunakan kali ini. Pilih ayam yg segar, pasar tradisional bahkan memiliki ayam yg terasa masih hangat ketika disentuh, artinya masih fresh karena baru saja disembelih. Saya suka memotong ayam menjadi ukuran agak kecil, agar bumbu mampu masuk sempurna hingga ke tulang-tulangnya dan mengusir bau ayam potong yg sering mengganggu. 








Selain menggunakan bumbu yg banyak, maka cara untuk mengusir bau ayam lainnya adalah dengan garam dan air jeruk nipis atau cuka. Remas-remas potongan ayam dengan air jeruk nipis atau cuka dan garam yg agak banyak. Hingga terasa lendir dipermukaan ayam lenyap dan daging terasa kesat. Nah potongan ayam bergaram ini harus didiamkan dahulu sekitar dua puluh menit baru kemudian di cuci hingga bersih dan bersiap untuk diolah. Cara ini cukup ampuh bagi membasmi bau amis di ayam. 


Jika segala rempah telah dirajang, semua bumbu halus telah digiling (saya menggunakan blender bagi menghaluskan bumbu), maka sepertinya 50% pekerjaan membuat ayam woku telah usai. Step selanjutnya bisa anda lanjutkan dengan mata terpejam, artinya super mudah. Seperti biasa bumbu halus dan rempah harus ditumis hingga harum dan matang, tandanya warna bumbu menjadi tidak pucat lagi. Agar matangnya maksimal maka anda mungkin harus menambahkan sedikit minyak lagi di tumisan. Tentu saja jika anda tidak keberatan dengan kalori minyak yg dalam satu sendok makannya mencapai 120 kCal. ^_^


Ketika bumbu telah harum dan matang maka potongan daging ayam pun masuk. Aduk hingga semua potongan ayam terselimuti oleh bumbu dan biarkan hingga warna ayam menjadi pucat tak berkilau mentah. Baru kemudian air panas dapat ditambahkan, tutup panci dan masak dengan api kecil saja hingga seluruh kuah menyusut habis. Ayam akan mengeluarkan air cukup poly ketika direbus dalam bumbu, jadi jangan terburu-buru menambahkan air terlalu poly, lagi pula masakan ayam woku biasanya hadir dengan kondisi ‘nyemek-nyemek’ alias tak berenang dalam kubangan kuah.


Lantas bagaimana dengan daun bawang dan daun kemangi? Ah duo aromatik ini dimasukkan terakhir saja saat ayam telah matang sempurna dan kuah menyusut. Karena tidak membutuhkan waktu lama bagi daun bawang dan daun kemangi buat layu, dan matang. Lagipula aroma mereka yang sedap akan terasa maksimal saat dimasak dalam waktu yang tidak telalu lama. 


Gula, garam? Hm, masakan Manado anti dengan gula di dalamnya, jadi anda cukup memasukkan garam saja sinkron selera. Trala! Ayam woku pun siap disantap bersama nasi hangat. Jangan salahkan saya jika masakan ini membuat program diet anda berantakan ya, karena saya sendiri menyalahkan Ani untuk resepnya yang maknyus. Semoga teman saya, Ani, tidak membaca postingan ini dan menimpuk saya dengan bakiak di bawah kolong mejanya. ^_^


Thanks untuk Ani dan Ibunya atas resepnya yang nendang!




Berikut ini resep dan prosesnya.





Ayam Woku a la Ani




Resep diadaptasikan dari resep keluarga Tri Handayani


Untuk 6 porsi


– 1 ekor ayam, potong dengan ukuran sesuai keinginan (saya menggunakan ayam negeri yg dipotong menjadi 12 bagian) + 1 sendok makan garam + air perasan jeruk nipis dari 1 butir jeruk


– 1 buah tomat merah belah menjadi 8 bagian


– 3 – 4 ikat kecil kemangi, ambil daunnya saja


– 2 batang daun bawang, rajang halus


– 2 – 3 sendok makan minyak bagi menumis




Bumbu dihaluskan:



– 6 siung bawang merah


– 5 siung bawang putih


– 2 ruas jari kunyit


– 2 ruas jari jahe


– 5 butir kemiri, sangrai


– 4 buah cabai merah keriting


– 3 buah cabai rawit




Bumbu lainnya:



– 3 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan


– 5 lembar daun jeruk, sobek batang tengahnya


– 3 lembar daun kunyit, rajang sehalus mungkin


– 10 buah cabai rawit merah, biarkan utuh (optional)


– 2 sendok teh garam 


– 200 ml air panas mendidih


Siapkan ayam, cuci hingga bersih, tiriskan. Tambahkan garam dan air jeruk nipis, aduk dan remas-remas hingga merata. Diamkan selama 20 menit, cuci hingga bersih. Sisihkan.


Siapkan panci atau wajan, panaskan dua sendok makan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Tambahkan serai, daun jeruk, daun kunyit, dan cabai rawit utuh, aduk rata dan tumis hingga daun bumbu menjadi layu dan bumbu matang, tandanya bumbu menjadi berwarna lebih gelap. 


Masukkan ayam, aduk rata dengan bumbu dan masak hingga ayam berubah warnanya menjadi pucat. Masukkan air panas mendidih, dan garam, aduk hingga rata dan tutup panci. 


Masak dengan api kecil hingga air menjadi menyusut dan ayam matang hingga ke tulang. Tambahkan daun bawang, aduk rata dan masak hingga daun bawang layu. Tambahkan tomat dan daun kemangi, aduk hingga rata dan masak sebentar hingga kemangi layu dan tercampur dengan baik bersama bahan dan bumbu.


Cicipi rasanya, sesuaikan rasa asinnya. Angkat. Sajikan dengan nasi hangat. Super yummy!


Artikel ini telah ditampilkan oleh www.justtryandtaste.com dengan judul Resep Ayam Woku a la Ani.
Silahkan share jika bermanfaat.