Gerbang Perilaku Hidup Sehat, ‘New Normal’ Pandemi Corona

Gerbang Perilaku Hidup Sehat, ‘New Normal’ Pandemi Corona

Custom Text

dki jakarta, CNN Indonesia — Organisasi Kesehatan Dunia (


WHO


) mengingatkan,


 virus corona

mungkin tak mulai pernah pergi. Karena itu Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO Mike Ryan meminta setiap negara tetap waspada. Sebab kapan berakhirnya


pandemi


 ini masih sulit diperkirakan dan perlu upaya keras mengembalikan ke keadaan normal–sebelum virus penyebab


Covid-19

ini mewabah.

Yang perlu dikerjakan adalah melakukan penyesuaian di pelbagai lini atau, menciptakan new normal (normal yang baru). Salah satunya yg berkaitan dengan gaya hidup.

Sejumlah ahli serta dokter memprediksi normal baru yg muncul adalah perilaku masyarakat yang bakal kian terbiasa menerapkan gaya hidup sehat. Hal serupa juga telah dijumpai di sejumlah negara lain.

Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menuturkan, kelak lama-kelamaan orang tak lagi menjaga jarak fisik (

physical distancing

) dengan paksaan. Termasuk kebiasaan mengenakan masker.

“New normal itu saat pada suatu saat kita terbiasa. … Tanpa disuruh, tanpa dipaksa dengan polisi, mereka akan terbiasa pakai masker dan jaga jeda. Ini kemungkinan baru kelihatan Juni,” kata Tri Yunis kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.

Ia juga yakin lambat laun orang akan terbiasa menerapkan konduite hidup bersih dan sehat. Di antaranya mencuci tangan dengan sabun secara rutin.

Menurut ahli biologi molekuler yang juga Kepala forum Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio pun demikian. Penduduk di negara lain yang telah lebih dulu dihinggapi endemi ini pun ada yang sudah mulai menjalankan normal yang baru.

In this April 17, 2020, photo, pedestrians wait for crossing street in front of a statue at Shinjuku business district in Tokyo. Under Japan's coronavirus state of emergency, people have been asked to stay home. Many are not. Some still have to commute to their jobs despite risks of infection, while others are dining out, picnicking in parks and crowding into grocery stores with scant regard for social distancing. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Ilustrasi: dua negara seperti Jepang, telah mulai menjalankan normal yang baru setelah dilanda endemi virus corona penyebab Covid-19. (Foto: AP Photo/Eugene Hoshiko)

“Ambil model di luar negeri misalnya, di Jepang, itu sudah jadi budaya hampir seluruh orang kalau dia pilek, batuk, itu dia akan memakai masker. Walaupun tidak ada pandemi. Kemudian terbiasa menjaga kebersihan dirinya, kebersihan lingkungan dan kebersihan rumahnya. Itu nomor satu,” ungkap Amin kepada

CNNIndonesia.com

melalui sambungan telepon.

“Sehingga dengan demikian bisa mencegah penyakit apapun. Karena ancamannya sendiri kan tidak hanya corona saja,” ia melanjutkan.

Kebiasaan positif yang lain yang muncul di tengah wabah corona ini adalah orang jadi tidak jarang mengonsumsi air putih. Kondisi ini diungkap dokter Sandi Perutama Gani, Medical Expert Combiphar.

“55 persen lebih tidak jarang mengonsumsi air putih. Dulu berapa banyak yg belum konsisten. Kami harapkan [kebiasaan konsumsi air putih lebih banyak ini] tetap dilakukaan,” kata Sandi seperti dikutip Antara.

Ilustrasi Air Putih

Foto: Hyrma/Thinkstock

Ilustrasi Air Putih

Soal kebiasaan cuci tangan pun beroleh hasil serupa. Hasil survei lembaganya menunjukkan setidaknya 85 persen orang memperhatikan kebersihan tangan.

“Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sederhana, bukan hal baru tapi gara-gara corona, kita jadi belajar kembali dan melakukan kembali PHBS. Masyarakat Indonesia jadi lebih sadar, ternyata jorok makan tidak cuci tangan,” tutur dia lagi.

Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun menjadi salah sesuatu yang dianjurkan para pakar kesehatan untuk segala orang usai berkegiatan terutama di luar rumah. Jika tak memungkinkan, cairan pembersih tangan mampu menjadi pilihan. Cara ini disebut salah sesuatu yang ampuh untuk menangkal virus corona masuk ke tubuh.

Kebiasaan baik lainnya yg juga muncul karena Covid-19, sebagian orang lebih poly mengonsumsi sayur dan buah serta menjadi lebih sering berolahraga bahkan sekedar berjemur.

INFOGRAFIS AGAR TAK TERTULAR VIRUS CORONA

Foto: CNN Indonesia/Fajrian

INFOGRAFIS AGAR TAK TERTULAR VIRUS CORONA

Sandi mengatakan, kebiasaan ini bersumber dari kekhawatiran yang muncul selama pandemi covid-19. Survei McKinsey menggambarkan, setidaknya ada tiga kekhawatiran terbesar masyarakat belakangan ini. Salah satunya, ketidakpastian berapa lama kondisi ini akan berlangsung.

Kemudian, khawatir pada keselamatan diri dan keluarga, serta ketakutan menjadi pembawa atau berkontribusi menyebarkan virus penyebab Covid-19.

“Kalau abai pada gaya hidup bersih dan sehat, takutnya bisa memicu gelombang lanjutan Covid-19,” kata Sandi.

Ia pun berharap pelbagai kebiasaan pencegahan virus corona ini mampu menjadi titik awal untuk penerapan perilaku hidup bersih dan sehat bagi seterusnya. Dengan begitu, masyarakat akan lebih konsisten dan disiplin menjaga kebersihan diri juga lingkungan. (NMA/NMA)

[Gambas:Video CNN]

Artikel ini telah ditulis oleh www.cnnindonesia.com dengan judul Gerbang Perilaku Hidup Sehat, ‘New Normal’ Pandemi Corona.
Silahkan share jika bermanfaat.