5 Gaya Hidup yang Banyak Manfaatnya bagi Kesehatan dan Lingkungan…

5 Gaya Hidup yang Banyak Manfaatnya bagi Kesehatan dan Lingkungan…

Custom Text

KOMPAS.com – Kesehatan tubuh dan kelestarian lingkungan merupakan dua topik yg akhir-akhir ini kerap menjadi pembahasan khusus. Pasalnya, dua isu ini pada dasarnya saling berkesinambungan sesuatu sama lain.

Laporan survei global Tetra Pak Index 2019 dengan tema “The Convergence of Health and Environment” menunjukkan hal itu. Hampir tiga dari lima koresponden bahkan berpikir bahwa kesehatan dan kesejahteraan mereka sangat dipengaruhi oleh lingkungan.

Ada keyakinan yg berkembang bahwa gaya hidup saat ini, khususnya apa yg banyak orang makan dan minum, memiliki akibat mendasar pada kesehatan tubuh dan kelestarian lingkungan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hubungan di antara keduanya, simak ulasan Kompas.com berikut.

Kebanyakan masyarakat ketika ini mulai sadar akan pentingnya gaya hidup sehat dengan mengatur pola makannya. Tak melulu soal rasa, tapi lebih kepada bagaimana makanan tersebut diolah dan diproduksi secara aman dan sehat.

Bahan makanan organik, menjadi contohnya. Melansir Kompas.com, Sabtu (18/5/2019), bahan pangan organik diyakini aman karena sistem pertaniannya tidak menggunakan pupuk kimia, pestisida, dan benih transgenik.

Demikian pula dengan hewan ternak seperti sapi, ayam, atau unggas lain yang dipelihara secara organik tidak menyertakan substansi seperti antibiotik dan hormon pertumbuhan.

2. Menjadi vegan

Menjadi vegan (tidak mengonsumsi segala macam daging hewan dan produk-produk hewani) dianggap sebagai kepedulian terhadap lingkungan, hewan, dan kesehatan tubuh manusia.

Pasalnya, dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak terutama lemak jenuh dari daging, berpotensi mengurangi berbagai penyakit berbahaya seperti jantung, kanker, stroke, dan diabetes.

Namun, menjadi seorang vegan juga tidak mampu sembarangan. Mereka harus tetap mengonsumsi makanan yg kaya protein, karbohidrat, vitamin, dan lemak dalam jumlah seimbang sesuai kebutuhan tubuh. Salah satunya dengan mengonsumsi kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Ilustrasi sampah organik
SHUTTERSTOCK

Ilustrasi sampah organik

3. Jangan menyisakan makanan

Disadur dari Kompas.com, Rabu (16/5/2018), Jakarta menghasilkan 7.500 ton sampah per harinya. Sebanyak 4.050 ton di antaranya merupakan sampah makanan.

Sayur dan buah adalah makanan yg paling banyak terbuang (30 persen), dilanjutkan dengan produk daging (20 persen), produk susu (20 persen), dan sereal (20 persen).

Adapun cara bagi mengurangi angka food loss dan food waste ini adalah dengan belanja serta makan secara bijak. Dengan mengurangi bahan makanan yang terbuang tersebut, Anda juga telah berkontribusi dalam menekan pencemaran lingkungan.

Pasalnya, sampah organik seperti sisa makanan mengandung gas metan yang dapat merusak lingkungan dan mengubah iklim.

4. Kurangi penggunaan plastik

Polusi sampah plastik yang tersebar di global, terutama Indonesia semakin pelik saja.
Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun di mana sebanyak 3,2 juta ton yaitu sampah plastik yang dibuang ke laut.

Perlu diketahui, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik. Hal ini tentu akan menimbulkan dampak buruk untuk lingkungan, baik di darat maupun lautan.

5. Membeli produk makanan yang ramah lingkungan

Survei global Tetra Pak Index 2019 dengan tema “The Convergence of Health and Environment” menyebutkan, sebanyak 82 persen konsumen Indonesia setuju bahwa kerusakan lingkungan bisa tertangani jika mampu mengubah kebiasaan yang ada saat ini.

Kemudian, lebih dari 80 persen konsumen juga setuju akan pentingnya gaya hayati sehat dan hidup dengan dampak yang minimal.

Communication Manager Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philippines & Indonesia, Gabrielle Angriani mengatakan bahwa lebih dari 80 persen konsumen Indonesia memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan kesehatan.

Ilustrasi produk makanan ramah lingkungan
Dok. Tetra Pak

Ilustrasi produk makanan ramah lingkungan

“Di Indonesia, terdapat lima karakteristik makanan dan minuman yang dapat menjawab kebutuhan kesehatan konsumen, di antaranya bahan-bahan alami, tanpa bahan pengawet, organik, kemasan yang dapat didaur ulang, dan kemasan yg dapat digunakan atau diisi kembali,” paparnya melalui rilis tertulis yg Kompas.com terima, Selasa (29/10/2019).

Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yg menggunakan kemasan ramah lingkungan sudah menjadi salah sesuatu gaya hidup masyarakat modern.

Managing Director Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philippines, Indonesia – Michael Wu menyampaikan bahwa laporan Tetra Pak Index 2019 menunjukkan industri makanan dan minuman adalah salah satu industri pertama yang melihat adanya konvergensi antara kesehatan dengan lingkungan.

“Hal ini memberikan peluang baru buat industri tersebut untuk menciptakan hubungan personal dengan konsumen,” ujarnya.

Peluncuran Tetra Pak Index 2019, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia sehingga bisa memenangkan tren konvergensi kesehatan dan lingkungan di masa depan.

Artikel ini telah ditulis oleh lifestyle.kompas.com dengan judul 5 Gaya Hidup yang Banyak Manfaatnya bagi Kesehatan dan Lingkungan….
Silahkan share jika bermanfaat.