bannerwebsitecta01-1.png

Custom Text

Gaya hidup Sehat untuk Pengobatan Hipertensi Sekunder


Halodoc,
dki jakarta – Rutin berolahraga memberikan dampak positif buat kesehatan. Manfaat yang bisa kamu dapat di antaranya adalah meningkatkan daya berpikir dan konsentrasi serta membuat tubuh menjadi lebih bugar.


Baca juga:

Nefropati Diabetik bisa Picu Hipertensi Sekunder, Benarkah?

Tidak hanya itu, rutin berolahraga juga bisa menghindari kamu dari berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah penyakit hipertensi sekunder. Ketahui lebih banyak mengenai penyakit hipertensi sekunder agar mampu melakukan pencegahan lebih dini terhadap gangguan kesehatan pada tekanan darah.


Ketahui Gangguan yg Menyebabkan Hipertensi Sekunder

Hipertensi merupakan penyakit yg terjadi ketika kamu memiliki kondisi tekanan darah yg cukup tinggi. Sedangkan hipertensi sekunder adalah keadaan ketika tekanan darah tinggi disebabkan karena adanya penyakit tertentu.

Ada berbagai macam penyakit yg menyebabkan seseorang mengalami hipertensi sekunder, salah satunya adalah penyakit ginjal. Ginjal menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah atau yg dikenal dengan renin.

Ketika seseorang mengalami gangguan pada ginjal, maka hormon renin juga terganggu. Kondisi ini yg menyebabkan tekanan darah meningkat. Tidak hanya gangguan ginjal, gangguan kesehatan pada kelenjar adrenal menyebabkan hormon renin dalam tubuh mengalami gangguan.

Seseorang yg mengalami gangguan pada kelenjar adrenal memiliki gangguan pada jumlah hormon yg diproduksi. Kelebihan jumlah hormon renin juga memengaruhi tekanan darah seseorang.

Nyatanya, hipertensi sekunder jarang menyebabkan gejala pada pengidapnya. Biasanya, gejala yang muncul disebabkan karena gangguan kesehatan yg menyebabkan seseorang mengalami hipertensi sekunder. Hipertensi sekunder ditemukan ketika seseorang melakukan pemeriksaan terhadap gangguan kesehatan yg dialami sebelumnya.


Baca juga:

Hipertensi Sekunder dan Hipertensi utama, Apa Bedanya?

Ketahui perbedaan hipertensi sekunder dengan hipertensi utama, yaitu:

  1. Hipertensi sekunder muncul secara mendadak pada seseorang yang memiliki rentang usia 30 hingga 50 tahun. 

  2. Hipertensi sekunder muncul meski pengidap tidak memiliki riwayat keluarga dengan kondisi hipertensi sebelumnya.

  3. Terkadang hipertensi muncul disebabkan seseorang mengalami kelebihan berat badan, namun hipertensi sekunder dapat muncul meskipun pengidap tak memiliki kelebihan berat badan.


Tidak ada salahnya untuk langsung kunjungi

rumah sakit terdekat

untuk rutin memeriksa tekanan darah agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Dengan rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah tentu lebih gampang untuk menangani kondisi penyakit lebih dini.


Gaya hayati Sehat Hindari Hipertensi Sekunder

Ada dua pemeriksaan yang bisa dilakukan ketika mengalami dua tanda dari hipertensi sekunder, seperti tes darah, tes urine maupun tes elektrokardiogram. Setelah dipastikan kamu mengalami gangguan hipertensi sekunder, sebaiknya segera atasi kondisi ini agar tak menimbulkan komplikasi pada kesehatan.



Baca juga:

Perlu Tahu, Tanda-Tanda Terkena Hipertensi Sekunder


Gagal ginjal dan gangguan penglihatan menjadi komplikasi yg perlu diwaspadai dari kondisi hipertensi sekunder. Yuk, lakukan gaya hidup sehat buat pencegahan hipertensi sekunder dengan rutin lakukan olahraga, mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan yg tinggi serat dan rendah lemak. Kamu bisa pilih buat perbanyak konsumsi buah maupun sayur agar kebutuhan serat dalam tubuh terpenuhi.

Hindari kondisi kelebihan berat badan yang memicu hipertensi, batasi asupan alkohol dan rokok serta jangan lupa mengatur taraf stres. Dengan melakukan gaya hidup yang lebih sehat, kamu bisa menghindari kondisi hipertensi sekunder dan menjalani hayati lebih baik. 





Referensi:


MayoClinic (2019). Secondary Hypertension




WebMD (2019). Secondary Hypertension


Artikel ini telah ditulis oleh www.halodoc.com dengan judul .
Silahkan disimpan jika bermanfaat.