Kamis, 03 Desember 2009 - 20:28:46 WIB
Konro & Coto Makassar
Diposting oleh : Administrator Rajaresep.com
Kategori: Tempat Makan Favorit - Dibaca: 2683 kali


Ada tiga hal yang masih menahan saya berdiam di Endonesa - negeri ontran-ontran ini, serta tidak berusaha pergi mengais hidup ke negeri orang. Pertama skill, yang memang saya tidak punya. Kedua, koneksi yang memang saya juga tidak punya. Terakhir yang ketiga adalah makanan khas di sini yang layak dan berhak menyandang kata "Indonesia". Terentang mulai dari mie aceh sampai nasi jagung kuah gulai ala Nusa Tenggara. Paling istimewa serta memudahkan, semua tersedia di Bandung.

Beberapa hari lalu ketika melewati Jl Gandapura yang merupakan area sayap Jl Riau, kembali saya melihat baliho dan spanduk baru yang terpasang di sebuah bangunan semi permanen. "Konro dan Coto Makassar", salah satu makanan
Indonesia favorit saya. Karena saat itu masih dalam misi wira-wiriswasta, cukup saya hapalkan tempatnya dan teguh-kukuhkan niat untuk mampir secepatnya di lain hari.

Kemarin akhirnya saya sempat mampir bersama istri. Tempatnya semi permanen sederhana beratap terpal plastik oranye tapi dengan meja bangku kayu yang cukup layak dan kuat menahan 40kg overweight saya. Menu dihamparkan oleh seorang pelayan. Menu yang buruk bagi konsumen karena tidak dicantumkan harga. Tentu saja segera saya wawancara pelayannya mengenai harga seluruh produknya. Coto Makassar Rp.11.000,-, konro Rp.18.000,-, konro dengan iga dibakar Rp.22.000,-. Semuanya per porsi. Weh... mahal amat!

OKlah, untuk makanan (di rumah makan) baru saya bersedia menerima kejutan. Pesan satu coto
Makassar daging untuk istri dan satu konro dengan iga dibakar untuk saya. Nasi dua porsi. Satu teh botol. Komplimen teh pahit dua gelas besar juga dihidangkan.

Diskusi kecil antara saya dan istri mengenai bungkusan emping yang tersedia di atas meja. Saya menebak harganya Rp.4.000,-/bungkus. Istri saya menebak Rp.2.000,-. Pelayan yang datang kemudian menjawab Rp.1.000,-/bungkus. Murah! ternyata emping yang kualitasnya kurang baik. Agak keras, tapi habis 2 bungkus.

Coto Makassar dan nasi datang duluan. Coto datang di mangkuk kecil ukuran mangkuk soto
semarang atau soto kudus. Lebih kecil dari mangkok baso, tapi lebih besar dari mangkuk nasi di fastfood masakan jepang terkemuka. Volume ini mengernyitkan dahi. "..dikit amat!!". Memang hidup penuh kejutan ketika kuah kelamnya yang kira-kira kurang 1cm dari atas mangkuk dicoba 'dikeruk' dengan sendok. Sedikit saja di bawah permukaan kuah, mungkin kurang dari 1cm juga, sudah berjumpa dengan potongan-potongan daging kira-kira ukuran 2x2x2cm. Dikira-kira lagi, total sekitar 125-150 gram daging berjejal di dalam mangkuk tersebut. Coto datang dengan pendamping sambal, jeruk lemon, dan garam. Ini menjelaskan mengapa kuahnya sangat kurang asin. Bumbunya sangat pas. Bulat. Kalaupun menggunakan MSG, sama sekali tidak ada gurih yang berlebihan. Kaldunya juga terasa 'rich'. Pokoke kuahnya sempurna, terlebih setelah ditambah garam, kecap manis dan asam dari jeruk lemon sesuai selera. Dagingnya empuk dengan bumbu terasa meresap dan 'mrotholi'- orang Perancis bilang. Beberapa potong daging masih berselaput lemak tipis yang gurih.
Sayangnya sambal kurang pedas. Apabila ditambah lagi, khawatir malah merusak rasa 'makanan pokok'nya. Setelah numpang mencicip 1-2 potong daging ditambah kuahnya, coto
Makassar segera dikembalikan pada yang berhak, yaitu istri saya. (yang kemudian tandas dengan 2/3 nasi). Mengingat memang daging bagus sudah tidak ada yang dibawah Rp.45.000-/kg.

Konro iga bakar datang selanjutnya. Lagi-lagi mengejutkan dari segi tampilan. 1 potong iga yang cukup besar serta anehnya disiram bumbu kacang dan kecap seperti sate ayam Madura. Lengkap dengan taburan bawang goreng. Kuah pendampingnya tampak lebih 'cawerang' - orang Kanada bilang, dari pada kuah cotonya. Rasanya juga lebih tawar tapi tetap pas karena 'mainshow'nya pada iga bakar. Dikira-kira lagi, mungkin porsi iga bakarnya sekitar 200 gram. Dicabik dengan pisau, seperti yang orang Perancis tadi bilang, dagingnya langsung 'mrotholi'. Mudah dipisahkan dari tulangnya. Walaupun masih ada sedikit yang tersisa lengket. Tekstur dagingnya yang langsung buyar tampak kurang 'juicy' - orang Cinunuk bilang, dan tampak 'overcooked' - orang Sleman bilang. Mungkin dimasak 'presto' terlalu lama sebelum kemudian dibakar. Benar saja, walaupun tidak 'juicy' tapi daging tersebut empuk, tidak ada samar amis dan sangat meresap bumbunya. Ada rasa rempah yang dominan tapi lembut. Pala?

Penasaran dengan fungsi bumbu kacang, saya coba lagi dagingnya dengan bumbu kacang serta nasi yang telah sedikit disiram kuah yang sudah dibumbui lengkap. Hmmm... heaven!! Aneka kejutan terus berlangsung, misal ketika menemukan bagian lemak yang sangat lembut dan 'melt' - orang Porong bilang, cukup dikunyah dengan lidah. Terlebih dengan cara makan yang terlebih dahulu dicemplungkan ke kuah lalu diseruput berikut kuahnya. Aneh lagi saya juga mendapati bagian kenyal seperti 'kikil' - orang Swedia bilang. Mungkin otot atau tulang rawan, tidak peduli apa itu selama tetap enak. Finally, menentukan price/performancenya agak sulit, karena saya mengharapkan iga bakar yang 'juicy' tetapi dari segi rasa, variasi bumbu kacang dan ukuran porsi cukup over ekspektasi. Timbang-timbang sambil cukup kekenyangan, wajarnya harga sekitar Rp.18.000,- saja untuk per porsi konro iga bakar ini. So, price/performance >1.

Total kerusakan Rp.42.500,-. Kelak bila kepedulian akan berat badan, hipertensi dan kolestrol sedang tiada, saya pasti kembali! "I'll be back" - aktor laga asal Solok bilang.

::Konro & Coto
Makassar, Jl Gandapura (kiri jalan dari arah Jl Riau) setelah perempatan dengan Jl Patrakomala.



0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 






Aneka Sambal
Ayam
Baso
Bebek
Buah-buahan
Bubur
Burger
Cake
Chinese Food
Coklat
Gorengan
Ice Cream
Ikan & seafood
Kambing
Kue basah
Kue kering
Makanan Tradisional
Masakan eropa
Mie
Minuman
Nasi
Pasta
Roti
Sapi
Sayuran
Serba bakar
Snack
Steak
Telur















TEMPAT MAKAN
  • Daftar harga restoran All You Can Eat di Jakarta 26307 hits

  • Konro & Coto Makassar 2683 hits

  • Kepala ikan lezat di Singapore 1754 hits

  • Singapore Chili Crab 1706 hits

  • Nituty Cookies Cake Bakery and Snack Box 1562 hits




  • TIPS & TRIK
  • Tips Sayuran dan Buah Tahan Lama Dalam Kulkas 6278 hits

  • Tips Membuat Kue Kering 5266 hits

  • Tips Membuat Kaldu yang Lezat 5258 hits

  • Tips Agar Telur Tahan lama 3823 hits

  • Tips Mengolah Udang Lezat 3233 hits










  • • 25 Desember 2010
    zeldabutik.com gelar diskon upto 40%

    • 10 Oktober 2010
    pasar seni itb 2010

    • 28 September 2010
    live music 9 coustic ninetyniners fm @ bober cafe



    Langganan RSS



    ........ Update Comment ...........

  • Aliya pada Resep Membuat Kue Sarang Semut
  • Aliya pada Resep Membuat Kue Sarang Semut
  • Ucing garonk pada Resep membuat Keripik Tempe Renyah
  • Ny. Ani Bambang Ard, Purbalingga pada Resep Membuat Permen Coklat/Chocolate
  • fajar pada Resep Membuat Udang Goreng Tepung Kress
  • gede krisnawan pada Resep membuat Keripik Tempe Renyah
  • agen bebek pada Resep Bebek Presto Goreng Empuk
  • viona pada Resep Membuat Permen Coklat/Chocolate
  • Nina Agustin pada Resep membuat Keripik Tempe Renyah
  • sherly pada Resep Membuat Klapertart
  • Radika Citra Mandiri pada Resep Membuat Kue Pancong
  • ridianto pada Resep Ayam Bakar Pedas
  • fahrozin jateng pada Resep Membuat Sayur daun singkong bumbu
  • hertin yuwita pada Resep Membuat Kue Pancong
  • yullyana sekar putri pada Resep Membuat Kue Pancong
  • yullyana sekar putri pada Resep Membuat Kue Pancong
  • touma pada Resep Teh Tarik
  • RESEP KUE pada Resep Ayam Pop Khas Kota Padang
  • Nirma pada Kasiat Kapulaga, Kuning Telur, Susu, Madu
  • lusi pada Resep membuat Keripik Tempe Renyah





  • / /






    Apa Menu Makanan Favorit Anda?

    Mie Baso
    Sayuran
    Beef Steak
    Ayam Goreng
    Seafood
    Nasi Goreng

    Hasil Poling