Minggu, 24 Januari 2010 - 19:08:34 WIB
Meskipun
daging iga pada umumnya memiliki teksur yang agak lengket, iga di Souplus
Restaurant ini jauh lebih empuk. Untuk melepaskan dari tulangnya, cukup dengan
sendok dan garpu. Iga dimasak dengan sop, yang kuahnya terasa sangat gurih.
Berdasarkan
pola makan formal yang banyak diterapkan di negara-negara Eropa, sop merupakan
menu yang dinikmati sebelum menyantap hidangan utama (main course). Di
Indonesia, sop sering juga dinikmati sebagai hidangan utama, yang biasanya
ditemani dengan nasi, dan condiment yang lainnya, seperti emping, jeruk nipis,
sambal, daun bawang, dan sebagainya. Oleh karenanya, tidak mengherankan bila
Indonesia, sampai sekarang, telah memiliki banyak sekali jenis sop pada masakan
khasnya, seperti sop buntut, sop daging, sop kaki, dan belum lagi jika ditambah
dengan jenis makanan berkuah yang lainnya, seperti soto, rawon, dan sebagainya.
Dimasak
dengan Susu Segar
Salah satu jenis yang banyak diminati adalah Sop Iga. Seperti namanya, jenis
sop ini menggunakan daging dari bagian iga, terutama dari daging sapi. Iga
(ribs) diambil dari bagian tubuh di sekitar rusuk, yang teksturnya sendiri agak
keras dan lengket. Karena tekstur yang seperti itu, iga sering sekali dijadikan
bahan untuk steak atau masakan-masakan grill yang lainnya, dan banyak juga yang
menggunakannya untuk membuat sop.
Salah satu
restoran yang menyajikan Sop Iga adalah Souplus Restaurant. Iga direbus bersama
dengan rempah-rempah, yang antara lain terdiri dari merica, kayumanis, pala,
dan bunga lawar. Setelah mendidih, buih rebusannya dibersihkan, dan dimasukkan
bumbu-bumbunya, yaitu bawang merah dan bawang putih yang sudah diblender
menjadi satu
Yang spesial
dari Sop Iga di Souplus ini adalah penggunaan susu segar, yang dimasukkan
terakhir, setelah bumbu-bumbunya dimasukkan. Bersama susu segar, dicampurkan
pula penyedap rasa. Penggunaan susu segar sendiri membuat rasanya menjadi lebih
gurih, mulai dari kuah hingga daging iganya.












